Bagaimana penyakit arteri koroner terjadi?
Jantung adalah otot yang memompa darah ke paru-paru dan seluruh tubuh untuk menyediakan oksigen dan nutrisi.
Jantung juga memerlukan pasokan darah, yang diperoleh dari arteri koroner.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika kolesterol dan zat lain menumpuk di bagian dalam dinding arteri, lalu membentuk plak, yang juga disebut ateroma. Proses penumpukan lemak ini disebut aterosklerosis. Aterosklerosis menyempitkan arteri dan mengurangi aliran darah, sehingga otot jantung tidak mendapatkan seluruh oksigen yang dibutuhkan. Kondisi ini dapat merusak otot jantung dan menimbulkan beragam gejala, yang bisa serius.
Seiring waktu, ateroma dapat pecah, lalu terbentuk bekuan pada lokasi pecah, yang memutus pasokan darah ke otot jantung. Ini disebut infark miokard, yang dikenal umun sebagai serangan jantung.
Apa itu pemeriksaan pemindaian jantung?
Pemindaian jantung atau pemeriksaan kalsium koroner menggunakan computed tomography (CT) untuk memeriksa penumpukan plak pada dinding pembuluh darah jantung (arteri koroner).
Pemeriksaan ini menilai potensi penyempitan arteri koroner pada tahap awal dan menentukan tingkat keparahannya melalui skor kalsium (calcium score). Hasilnya membantu dokter memulai langkah pencegahan.
Persiapan pemindaian jantung
- Tidak diperlukan persiapan khusus. Namun, pasien perlu menghindari kafeina dan merokok selama 4 jam sebelum pemeriksaan.
- Sebelum pemeriksaan, pasien akan diminta mengganti pakaian menjadi gaun/robe.
- Benda logam termasuk perhiasan, kacamata, dan jepit rambut dapat memengaruhi hasil pemindaian, sehingga sebaiknya ditinggalkan di rumah atau dilepas sebelum prosedur.
- Pasien juga perlu menanggalkan alat bantu dengar dan pekerjaan gigi yang dapat dilepas.
- Pasien perempuan akan diminta melepas pakaian dalam yang memiliki kawat logam.
- Pasien perempuan perlu memberi tahu petugas bila sedang hamil atau kemungkinan hamil.
Apa yang terjadi sebelum dan sesudah prosedur?
- The technician will attach sensors called electrodes to the patient’s chest prior to the actual scan. The electrode wires are connected to an electrocardiogram (ECG) and which will record the electrical activity of the patient’s heart.
- EKG akan mulai merekam ketika jantung pasien berada pada fase istirahat, yaitu waktu terbaik untuk melakukan pemindaian CT (computed tomography / CT scan). Jika denyut jantung pasien 90 kali per menit atau lebih, pasien mungkin diberi obat untuk memperlambatnya.
- Saat pemeriksaan berlangsung, pasien berbaring di atas meja yang dapat digerakkan dan terhubung ke mesin CT. Meja akan masuk ke bukaan berbentuk bundar pada mesin, lalu pemindai bergerak mengelilingi tubuh.
- Hasil CT tidak memerlukan waktu lama untuk diproduksi. Bergantung pada gambaran yang terlihat, dokter akan menyampaikan perubahan gaya hidup, perawatan, atau prosedur yang perlu dilakukan.
- Jika hasilnya normal, pasien boleh pulang dan melanjutkan aktivitas harian.
- Teknisi akan memasang sensor yang disebut elektrode (electrodes) pada dada pasien sebelum pemindaian dilakukan. Kabel elektrode dihubungkan ke elektrokardiogram (EKG) dan berfungsi merekam aktivitas listrik jantung pasien.
- EKG akan mulai merekam ketika jantung pasien berada pada fase istirahat, yaitu waktu terbaik untuk melakukan pemindaian CT (computed tomography / CT scan). Jika denyut jantung pasien 90 kali per menit atau lebih, pasien mungkin diberi obat untuk memperlambatnya.
- Saat pemeriksaan berlangsung, pasien berbaring di atas meja yang dapat digerakkan dan terhubung ke mesin CT. Meja akan masuk ke bukaan berbentuk bundar pada mesin, lalu pemindai bergerak mengelilingi tubuh.
- Hasil CT tidak memerlukan waktu lama untuk diproduksi. Bergantung pada gambaran yang terlihat, dokter akan menyampaikan perubahan gaya hidup, perawatan, atau prosedur yang perlu dilakukan.
- Jika hasilnya normal, pasien boleh pulang dan melanjutkan aktivitas harian.