HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Rumah sakit khusus jantung dan pembuluh darah asal Malaysia, Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL), menggelar kegiatan health talk dan customer gathering di Makassar, Rabu, 6 Agustus.
Kegiatan ini menghadirkan edukasi mengenai kesehatan jantung sekaligus mempererat hubungan dengan nasabah asuransi yang menjadi mitra layanan kesehatan internasional tersebut.
Kegiatan yang berlangsung melalui kolaborasi dengan perusahaan asuransi di Indonesia ini menghadirkan Consultant Cardiothoracic Surgeon CVSKL, Dato’ dr Mohammad Arif Muhammad Nor.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung karena organ tersebut bekerja tanpa henti untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Menurutnya, jantung merupakan organ vital yang menentukan keberlangsungan hidup seseorang. Karena itu, masyarakat perlu mengenali faktor risiko penyakit jantung dan mulai menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda.
Dato’ dr Mohammad Arif menjelaskan, pola makan dan aktivitas fisik memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan jantung. Ia menilai masyarakat Indonesia, khususnya Makassar, memiliki kemiripan dengan Malaysia dalam hal kebiasaan makan dan gaya hidup.
“Makanan berlemak perlu dibatasi. Porsi makan juga harus disesuaikan dengan aktivitas harian. Orang yang bekerja fisik tentu membutuhkan kalori lebih banyak dibanding pekerja kantoran yang cenderung kurang bergerak,” ujarnya.
Ia mengingatkan, konsumsi makanan berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko obesitas, yang menjadi salah satu faktor utama penyakit jantung dan pembuluh darah.
Dalam sesi edukasi tersebut, Dato’ dr Mohammad Arif juga menjelaskan tahapan penanganan penyakit jantung. Menurutnya, pasien yang mengalami gejala gangguan jantung harus segera memeriksakan diri ke dokter spesialis agar penyebab masalah dapat diketahui secara pasti.
“Penyakit jantung, dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyumbatan pembuluh darah akibat pola hidup tidak sehat maupun gangguan pada katup jantung. Tingkat keparahan penyumbatan akan menentukan jenis penanganan yang diberikan,” tuturnya.
Untuk penyumbatan ringan di bawah 50 persen, pasien umumnya dapat ditangani melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup.
“Namun, jika penyumbatan mencapai lebih dari 50 persen, tindakan medis seperti pemasangan balon atau stent sering kali diperlukan,” tuturnya.
Sementara pada kasus penyumbatan yang sangat berat dan tidak memungkinkan dilakukan pemasangan stent, operasi bypass menjadi pilihan untuk memulihkan aliran darah menuju jantung.
Dato’ dr Mohammad Arif juga menyoroti tingginya angka kematian akibat penyakit jantung. Ia menyebut banyak kasus henti jantung mendadak terjadi karena penderita tidak pernah mengetahui atau memeriksakan kondisi jantungnya sebelumnya.
“Secara statistik, hampir satu dari empat kematian disebabkan oleh masalah jantung. Yang menjadi perhatian, banyak anak muda mengabaikan kesehatan jantung, padahal serangan pertama bisa langsung berakibat fatal sebelum sempat mendapatkan perawatan,” katanya.
Sementara itu, Indonesia Representative International Marketing CVSKL, Lidya Caroline Ticoalu, mengatakan kegiatan di Makassar merupakan bagian dari upaya edukasi kesehatan yang dilakukan bersama mitra asuransi di Indonesia.
Menurutnya, kegiatan ini menggandeng Allianz pada 6 Agustus dan Manulife pada 7 Agustus 2026. Sebanyak 40 peserta yang merupakan nasabah prioritas dari masing-masing perusahaan asuransi diundang untuk mengikuti sesi edukasi langsung bersama dokter spesialis.
“Peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi mengenai kesehatan jantung sekaligus mengenal layanan yang tersedia di CVSKL. Rumah sakit kami memang berfokus khusus pada layanan jantung dan pembuluh darah yang berlokasi di KL Sentral, Kuala Lumpur,” jelasnya.
Kata Lidya, selain memberikan edukasi kesehatan, CVSKL juga memperkenalkan layanan pemeriksaan kesehatan komprehensif melalui paket Premium Plus Medical Check Up.
Paket ini dirancang untuk mendeteksi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah sejak dini melalui berbagai pemeriksaan, mulai dari EKG, stress test, spirometri, rontgen dada, USG, hingga pemeriksaan laboratorium lengkap dan konsultasi dengan dokter spesialis jantung serta ahli gizi.
“CVSKL juga menawarkan program promosi “Paket Check Up, Check In” senilai RM3.500 untuk dua orang,” ucapnya.
Program tersebut mencakup paket medical check up Premium Plus, akomodasi tiga hari dua malam di Kuala Lumpur, transportasi KLIA Ekspres, serta berbagai fasilitas tambahan.
“Melalui program ini, CVSKL berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan pemeriksaan kesehatan jantung sebagai langkah preventif sebelum penyakit berkembang menjadi lebih serius,” tuturnya.(wis)