KUALA LUMPUR, investor.id — Jumlah pasien Indonesia yang berobat ke Malaysia dari tahun ke tahun terus bertambah. Selain kanker, pasien Indonesia datang untuk berobat penyakit jantung.
“Setiap bulan ada pasien dari Indonesia datang untuk berobat jantung, mulai dari Jakarta, Medan, Surabaya, Makassar hingga Pontianak,” kata Senior Manager, Regional and Internasional Marketing, CVSKL & Hospital Picaso, Lau Zhi Khoon, kepada Investor Daily di Kuala Lumpur, Malaysia pekan lalu.
Data Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menyebut ada 1,6 juta pasien Indonesia berobat ke Malaysia. Terbanyak adalah pasien masalah pencernaan lalu diikuti pasien jantung.
Apa yang membuat pasien Indonesia memilih berobat di sana? “Layanan lengkap, teknologi maju, dan pengalaman pasien yang jauh lebih tenang dibandingkan yang mereka bayangkan sebelum berangkat,” ungkap Lau Zhi Khoon.
Dan di antara berbagai fasilitas medis yang tersedia, Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) menonjol sebagai rumah sakit jantung terintegrasi. Saat pasien datang, kata Lau Zhi Khoon, dimulai dengan proses registrasi yang sederhana sebelum pasien bertemu dokter spesialis jantung. Konsultasi berlangsung dengan ritme yang nyaman, dokter mendengarkan keluhan secara menyeluruh dan menjelaskan potensi penyebab serta opsi penanganan dengan bahasa yang mudah dicerna.
“Dari ruang konsultasi, pasien diarahkan menuju pemeriksaan diagnostik. Di sini, tes seperti ECG, CT scan koroner, hingga stress test dapat dilakukan berturut-turut dan hasilnya tersedia dalam hitungan jam. Ini sebuah alur yang membuat banyak pasien Indonesia merasa lega dalam sehari,” ujar dia.
Setelah hasil pemeriksaan keluar, dokter dapat menetapkan keputusan klinis pada hari yang sama. Jika diperlukan tindakan lebih lanjut, CVSKL memiliki fasilitas lengkap mulai dari cath lab, electrophysiology lab, ruang operasi, hingga ICU jantung.
“Selain teknologinya, banyak pasien Indonesia menilai pengalaman perawatan di CVSKL terasa lebih manusiawi. CVSKL menerapkan pendekatan yang menekankan empati: dokter dan perawat mendengarkan secara aktif, menjelaskan dengan jelas tanpa membuat pasien merasa diburu waktu, dan selalu memastikan keluarga memahami setiap langkah perawatan. Pendekatan ini membuat proses medis yang biasanya penuh kecemasan berubah menjadi perjalanan yang lebih terarah dan menenangkan,” papar Lau Zhi Khoon.
Intervensi Jantung Tingkat Lanjut
Konsutan Kardiologis Cardiac Vascular Sentral Kuala Lumpur (CVSKL) dr Suren Thuraisingham mengungkapkan, beberapa pasien Indonesia datang dengan penyakit jantung yang membutuhkan intervensi jantung tingkat lanjut.
“Dan kami di sini biasa menangani kasus yang paling sulit, kasus yang kritikal, memerlukan suatu perawatan yang harus cepat ditangani kardiologist karena melibatkan pembuluh utama, permulaan arteri, sebagai bekalan darah yang harus masuk ke jantung, yaitu pembuluh darah yang mengalami penyempitan signifikan sehingga menyumbat dan ini bahaya sekali, harus dirawat secepat mungkin. Perawatannya harus dipasang kateter dan ring,” ungkap dr Suren Thuraisingham.
Dalam bahasa medis, kasus tersebut disebut angioplasti kompleks. CVSKL, lanjut dr Suren menggunakan teknologi terbaru untuk mengatasi kasu tersebut, yaitu balloon litic. “Kami gunakan teknologi terbaru balloon litic, yaitu balon yang ada biji-biji besi untuk menghancurkan plak kalsium yang mengeras dan menyumbat pembuluh darah sehingga pasien merasakan gejala sesak dan mudah cape,” kata dr Suren.
Selain angioplasti kompleks, CVSKL juga menangani kasus sulit seperti ablasi aritmia, prosedur katup minim invasif (TAVI, MitraClip), serta intervensi vaskular seperti EVAR dan TEVAR. Seluruhnya berada dalam satu gedung dan dikelola oleh tim spesialis senior.

